Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PB NU Murka, Hadad Alwi Dikejar-kejar!

PB NU Murka, Hadad Alwi Dikejar-kejar!
kecam tindakan persekusi terhadap haddad alwi pbnu bakal lapor polisi

Hadad Alwi, seorang penyanyi religi Tanah Air, mengaku tak terima dengan pemberitaan yang menyebut dirinya telah meninggal dunia. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Hadad pun menuduh media yang menulis berita tersebut tidak melakukan tabayyun terlebih dahulu.

"Saya sangat tidak terima dengan pemberitaan yang menyebut saya meninggal dunia. Ini tidak benar, saya masih hidup," ujar Hadad Alwi.

Hadad Alwi pun mengancam akan melaporkan media yang membuat berita tersebut ke polisi. "Saya akan laporkan ke polisi media-media yang tidak bertanggung jawab ini," tuturnya.

Pernyataan Hadad Alwi sontak mendapat banyak respons dari wargate. Ada yang mendukung tindakan Hadad, namun ada juga yang menyayangkan sikapnya yang terkesan gegabah.

Menurut sebagian wargate, tindakan Hadad Alwi melaporkan media ke polisi adalah langkah yang tepat. Pasalnya, media tersebut telah menyebarkan berita bohong yang merugikan nama baik Hadad Alwi.

Namun, sebagian wargate lainnya menilai tindakan Hadad Alwi terlalu gegabah. Pasalnya, media yang menulis berita tersebut mungkin saja tidak sengaja melakukan kesalahan. Selain itu, melaporkan media ke polisi juga akan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, tindakan Hadad Alwi melaporkan media yang memberitakan kematiannya ke polisi menjadi sorotan publik. Hal ini menunjukkan pentingnya melakukan tabayyun sebelum menyebarkan informasi di media sosial maupun media massa.

Kecam Tindakan Persekusi terhadap Haddad Alwi, PBNU Bakal Lapor Polisi

Tindakan Persekusi terhadap Haddad Alwi

Tindakan persekusi dan intimidasi yang menimpa dai kondang Haddad Alwi mengundang kecaman keras dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). PBNU menilai tindakan tersebut telah melanggar hukum dan mengoyak kerukunan antarumat beragama.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut tindakan persekusi terhadap Haddad Alwi tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, setiap warga negara berhak menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaannya sesuai keyakinannya, tanpa paksaan atau intimidasi.

"Tindakan persekusi terhadap Haddad Alwi sangat tercela dan tidak bisa ditoleransi. Kami mengutuk keras perbuatan biadab tersebut," tegas Yahya, Jumat (24/2/2023).

Kronologi Persekusi Haddad Alwi

Persekusi terhadap Haddad Alwi terjadi pada Rabu (22/2/2023) malam di sebuah hotel di Cirebon, Jawa Barat. Saat itu, Haddad Alwi tengah menghadiri acara maulid nabi yang diselenggarakan oleh jamaah tarekat Naqsyabandiyah.

Tiba-tiba, sekelompok orang yang diduga berasal dari organisasi masyarakat (ormas) tertentu menggeruduk hotel tersebut. Mereka memaksa Haddad Alwi untuk membatalkan acaranya dan meninggalkan tempat tersebut.

Haddad Alwi dan panitia acara berusaha melakukan negosiasi, namun tidak berhasil. Kelompok tersebut terus mengancam dan mengintimidasi mereka. Akhirnya, Haddad Alwi terpaksa membatalkan acara tersebut dan meninggalkan hotel dengan pengawalan polisi.

PBNU Akan Lapor Polisi

Atas kejadian tersebut, PBNU akan melaporkan kasus persekusi terhadap Haddad Alwi kepada pihak kepolisian. PBNU menilai tindakan tersebut telah melanggar Pasal 156 KUHP tentang penghalangan kegiatan keagamaan.

"Kami akan tempuh jalur hukum untuk menindak pelaku persekusi terhadap Haddad Alwi. Tindakan ini harus dihukum berat agar tidak terulang kembali," tegas Yahya.

Dampak Persekusi terhadap Kerukunan Beragama

Tindakan persekusi terhadap Haddad Alwi tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga pada kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Tindakan tersebut telah menciptakan ketakutan dan keresahan di kalangan umat Islam.

Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas menyesalkan tindakan persekusi tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut telah menodai nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Tindakan persekusi seperti ini sangat berbahaya bagi kerukunan beragama di Indonesia. Kami mengimbau kepada semua pihak untuk menghormati hak setiap warga negara untuk menjalankan ibadah dan keyakinannya," ujar Busyro.

Upaya Mencegah Persekusi

Untuk mencegah terjadinya tindakan persekusi di masa mendatang, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat. Pemerintah harus menindak tegas pelaku persekusi sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, aparat penegak hukum harus meningkatkan patroli dan pengamanan di tempat-tempat ibadah dan kegiatan keagamaan. Tokoh agama juga perlu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi dan menghormati perbedaan.

Dukungan untuk Haddad Alwi

Setelah mengalami persekusi, Haddad Alwi mendapat banyak dukungan dari berbagai kalangan. Tokoh-tokoh agama, politisi, dan masyarakat mengecam tindakan tersebut dan memberikan dukungan moral kepada Haddad Alwi.

"Saya mengutuk keras tindakan persekusi terhadap Haddad Alwi. Tindakan biadab seperti ini tidak boleh terjadi di Indonesia. Saya mendukung penuh PBNU untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian," ujar Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Kesimpulan

Tindakan persekusi terhadap Haddad Alwi merupakan perbuatan tercela yang telah melanggar hukum dan mengoyak kerukunan antarumat beragama. PBNU akan melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Semua pihak harus mengutuk tindakan persekusi dan bekerja sama untuk mencegah terjadinya kembali di masa mendatang. Indonesia harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, di mana setiap warga negara berhak menjalankan ibadah dan keyakinannya dengan damai dan tanpa rasa takut.

FAQ

  1. Siapa yang melakukan persekusi terhadap Haddad Alwi?
  • Sejauh ini, pelaku persekusi belum diketahui secara pasti.
  1. Apa motif pelaku melakukan persekusi?
  • Motif pelaku masih belum jelas.
  1. Apakah Haddad Alwi mengalami luka-luka akibat persekusi?
  • Tidak ada laporan tentang luka-luka yang dialami Haddad Alwi akibat persekusi.
  1. Apa langkah yang diambil PBNU setelah kejadian ini?
  • PBNU akan melaporkan kasus persekusi tersebut ke pihak kepolisian.
  1. Apa peran pemerintah dan aparat penegak hukum dalam mencegah persekusi?
  • Pemerintah dan aparat penegak hukum harus menindak tegas pelaku persekusi sesuai hukum yang berlaku dan meningkatkan pengamanan di tempat-tempat ibadah dan kegiatan keagamaan.
.